Jumat, 16 Maret 2012

Tumbuhan lumut ( Bryophyta )

Share
advertisment

Tumbuhan lumut ( Bryophyta )
CIRI-CIRI :
  1. Belum memiliki akar dan daun sejati, juga belum memiliki pembuluh sejati.                                                                     
  2. Akar, organ penyerap haranya adalah rizoid. 
  3. Daun tumbuhan lumut dapat berfotosintesis.



Pergiliran keturunan
        
Tumbuhan lumut mengalami pergiliran keturunan dalam daur hidupnya. Apa yang dikenal orang sebagai tumbuhan lumut merupakan tahap gametofit (tumbuhan penghasil gamet) yang haploid 

Dengan demikian, terdapat tumbuhanlumut jantan dan betina karena satu tumbuhan tidak dapat menghasilkan dua sel kelamin sekaligus.

Sel-sel kelamin jantan (sel sperma) dihasilkan dari anteridium dan sel-sel kelamin betina (sel telur atau ovum) terletak di dalam arkegonium. Kedua organ penghasil sel kelamin ini terletak di bagian puncak dari tumbuhan. Anteridium yang masak akan melepas sel-sel sperma. Sel-sel sperma berenang (pembuahan terjadi apabila kondisi lingkungan basah) menuju arkegonium untuk membuahi ovum.

Ovum yang terbuahi akan tumbuh menjadi sporofit yang diploid (x = 2n) dan berusia pendek (3-6 bulan untuk mencapai tahap kemasakan).



Sporofit akan membentuk kapsula yang disebut sporogonium pada bagian ujung. Sporogonium berisi spora haploid yang dibentuk melalui meiosisSporogonium masak akan melepaskan spora. Spora tumbuh menjadi suatu berkas-berkas yang disebut protonemaBerkas-berkas ini tumbuh meluas dan pada tahap tertentu akan menumbuhkan gametofit baru. “

KLASIFIKASI LUMUT


Klasifikasi
Terdiri dari 3 klas yaitu :
  1. kelas Hepaticopsida (Hepaticae)
  2. kelas Anthocerotopsida (Anthocerotae)
  3. kelas Bryopsida (Musci)


1.Hepaticopsida
Ciri – ciri Kelompok Hepaticopsida

  1. Gametofit berwarna hijau, pipih, dorsiventral, struktur talus sederhana atau terdifrensiasi atas batang dan daun-daun, menempel pada tanah dengan menggunakan rizoid
  2. Sporofit tidak mempunyai sel yang mengandung kloroplas dan didalamnya tidak ada kolumella
  3. Spora yang berkecambah tidak melalui pembentukan protonema
  4. Perkembangbiakan aseksual
  5. fragmentasi
  6. pembentukan kuncup (Gemma) contoh pada Marchantia, Lunularia dan Blasia
  7. Pembentukan tunas cabang contoh Riccia fluitan, Targionia dan Reboulia
  8. Pembentukan umbi (tuber) contohnya Petalophyllum, Anthoceros
  9. Penebalan ujung talus contohnya Anthalamia,


Lumut hati 
2.Kelas Antheroceropsida / Lumut Tanduk
Ciri – Ciri :
  1. Gametofit berbentuk lembaran
  2. Sporofit berbentuk pipa memanjang ke atas, seperti tanduk
  3. Di dalam “tanduk” dihasilkan spora
  4. Struktur anatomi talus homogen, tiap sel mengandng satu kloroplas dengan satu pirenoid yang besar
  5. Sporogonium terdiri atas kaki dan kapsul saja,
  6. Spora berkecambah tidak membentuk protonema,
  7. Perkembangbiakan aseksual sama dengan lumut hati
  8. Terdiri 1 ordo yaitu Ordo Anthocerotales. Contohnya : Anthoceros, Phaeceros, Megaceros dan Denroceros
    Lumut Tanduk  


3.Kelas Bryopsida
Merupakan kelas yang paling besar dan paling tinggi tingkatan perkembangannya diantara ketiga kelas briopyta. Dikenal dengan lumut daun
Ciri-ciri :
  1. Protonema berbentuk daun kecil, tiap protonema hanya akan membentuk satu gametopora
  2. Gametofora terdiri dari batang-batang yang bercabang dengan daun-daun dan gameetofora tidak mempunyai rizoid
  3. Sporangium mempunyai kaki yang lebar, seta hanya berupa lekukan antara kaki dari kapsul. Tidak terdapat peristom pada kapsul



Beberapa tumbuhan lumut dimanfaatkan sebagai ornamen tata ruang. Beberapa spesies Sphagnum dapat digunakan sebagai obat kulit dan mata.
Tumbuhan lumut yang tumbuh di lantai hutan hujan membantu menahan erosi, mengurangi bahaya banjir, dan mampu menyerap air pada musim kemarau.


0 komentar :

Posting Komentar

trimakasi sudah berkunjung.....

tolong tinggalkan komentar anda!!!

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *