Selasa, 17 Januari 2012

Keseimbangan Lingkungan


Lingkungan merupakan segala sesuatu yang berada di luar individu. Jika kita berada di sekolah, maka lingkungan kita adalah segala sesuatu yang berada di sekolah. Makhluk hidup selalu berinteraksi dengan lingkungan. Interaksi antara makhluk hidup dan tak hidup dalam suatu tempat tertentu disebut ekosistem. Jika suatu lingkungan mengalami perubahan maka ekosistem yang terdapat di situ akan mengalami perubahan juga. Perubahan lingkungan dapat terjadi secara alamiah dan perubahan yang diakibatkan oleh kegiatan manusia.

1. Perubahan Ekosistem secara Alamiah
Akhir-akhir ini sering terjadi bencana alamberupa gunung meletus atau gempa bumi. Peristiwa-peristiwa tersebut dapatmenyebabkan terjadinya perubahan ekosistem. Misalnya, di hutan sekitar GunungMerapi di Jawa Tengah banyak hewan, tumbuhan, dan makhluk hidup lainnya yanghidup di sana. Jika terjadi gunung meletus di Gunung Merapi maka makhluk hidupdi sana akan banyak yang mati. Begitu pula dengan bencana alam gempa yangterjadi di Indonesia. Dengan peristiwa alam yang terjadi, ekosistem akanberubah secara drastis. Dalam sebuah ekosistem, jika salah satu makhluk hidupberkurang maka akan mempengaruhi keadaan makhluk hidup yang lainnya. Peristiwa alam lain yang juga dapat merusakkeseimbangan ekosistem adalah kebakaran hutan. Baik disengaja maupun tidak sengajakebakaran hutan mengakibatkan kerusakan ekosistem yang ada di dalamnya. Bahkandapat memusnahkan makhluk hidup yang ada di dalamnya.

2. Perubahan Ekosistem Akibat Aktivitas Manusia
Dalam menjalankan kehidupannya, manusia membutuhkan tiga hal pokok. Kebutuhanpokok tersebut ialah sandang, pangan, dan papan. Semua kebutuhan manusiatersebut tersedia di alam ini. Tuhan memperbolehkan kamu untuk mengolah alamini dengan sebaik-baiknya. Manusia dengan ilmu yang dimilikinya, mengembangkanberbagai teknologi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Akan tetapi, karena sifatdasar manusia yang tidak pernah puas, banyak manusia yang mengolah alam denganteknologi yang dibuatnya, secara tidak terkendali. Manusia sering tidak memikirkan dampak terhadap keseimbangan lingkungan dan apa yang terjadi di masadepan. Berikut ini adalahbeberapa aktivitas manusia yang dapat mengubah keseimbangan lingkungan.

Penebangan dan Perburuan Liar
Apakah di lingkungan sekitarmu ada hutan? Bagaimana keadaannya?Hutanmerupakan paru paru bumi. Hutan merupakan tempat resapan

Pengeboran DanPenambangan
Pengeboran minyak dan penambangan mineral secara terbukapun akan menimbulkan kerusakan lingkungan. Pengeboran minyak dan pertambanganterbuka dapat mengurangi sumber daya alam dan mencemari daerah sekitarnya.Akibat kegiatan tersebut cukup sulit untuk ditanggulangi dan menyebabkan suatudaerah menjadi tidak produktif.

Kegiatan Pembangunan
Pembangunan jalan yang melewati hutan dapat merusak lingkungan. Pohon-pohon yang menjadi tempat tinggal dan sumber makanan hewan ditebang sehingga hewan tersebut terancam keberadaannya.
Pembangunan rumah di perbukitan. Aktivitas ini sangat mengganggu keseimbangan lingkungan. Daerah-daerah di sekitar perbukitan dapat terkena bencana, seperti banjir dan tanah longsor.
Pembuangan Limbah dan Sampah
Sebagian besar aktivitas yang dilakukan manusia pasti menghasilkan sampah atau limbah. Mulai dari limbah rumah tangga, pertanian, transportasi, sampai limbah industri. Adakah yang tahu, contoh limbah rumah tangga, pertanian, transportasi, dan limbah industri? Plastik yang digunakan sebagai pembungkus merupakan contoh limbah rumah tangga. Pestisida jika digunakan berlebihan dapat menjadi limbah pertanian. Asap kendaraan merupakan limbah transportasi. Adapun contoh limbah industri berupa limbah cair dan asap.
Sampah dan limbah tersebut ada yang mudah diuraikan dan ada pula yang sulit diuraikan. Jika pengolahan sampah tidak dilakukan dengan benar, yang terjadi adalah kerusakan lingkungan.
Apakah kamu pernah melihat sungai yang kotor dan bau? Hal itu merupakan hasil pembuangan sampah dan limbah ke sungai. Akibatnya adalah kerusakan lingkungan sungai dan akan membunuh makhluk hidup yang ada di sungai.
Penggunaan Bahan kimia yang dapat merusak lingkungan
Kerusakan lingkungan yang terjadi akhir-akhir ini sudah tergolong sangat parah. Pencemaran lingkungan sudah terjadi di hampir wilayah. Indonesia sebagai negara berkembang, memiliki tingkat kerusakan lingkungan yang tinggi. Selain akibat dari peristiwa alam dan ulah manusia yang sengaja merusak lingkungan untuk kepentingan pribadi, penggunaan bahan kimia di lingkungan sekitar kita, tanpa kita sadari dapat merusak lingkungan dan ekosistemnya.
Misalnya, penggunaan pupuk buatan yang tidak sesuai dengan takaran yang seharusnya. Petani biasanya menggunakan pupuk untuk menyuburkan tanaman. Karena keinginan untuk menghasilkan produksi pertanian yang tinggi maka petani tidak jarang menggunakan pupuk secara berlebihan. Walaupun diberikan dalam jumlah banyak, namun tanaman pertanian memiliki kemampuan sendiri dalam menyerap pupuk. Akibatnya kelebihan pupuk tersebut akan mengendap di dalam tanah. Jika terjadi hujan, maka pupuk yang tidak digunakan itu akan ikut dalam aliran air. Misalnya, aliran air itu bermuara di sungai atau danau. Pada mulanya pupuk yang berada di dalam danau ini akan menyuburkan tanaman air. Namun, jika jumlahnya sangat banyak pertumbuhan tanaman air tersebut menjadi tidak terkendali. Dengan pertumbuhan yang tidak terkendali dari tanaman air akan menutup perairan sehingga merintangi atau mengganggu transportasi air, mempercepat pendangkalan perairan, menyumbat saluran irigasi serta instalasi pembangkit listrik tenaga air.







0 komentar:

Posting Komentar

trimakasi sudah berkunjung.....

tolong tinggalkan komentar anda!!!