Sabtu, 11 Februari 2012

Hakikat Biologi dan Objek Biologi


Biologi berasal dari kata : bios = kehidupan, lugos = ilmu ( ilmu tentang kehidupan )\Sesuatu dikatakan hidup, jika :
  • perlu nutrisi
  • memiliki sel sbg struktur dasar
  • bermetabolisme
  • berekskresi
  • Tumbuh dan berkembang
  • Bereproduksi
  • Beregulasi
  • Peka terhdap rangsang ( iritabilita )
  • beradaptasi
Objek yang dikaji dalam biologi adalah makhluk hidup beserta kehidupannya dan faktor2 pendukung kehidupannya.


Objek Biologi
Biologi mempelajari kehidupan baik pada tingkatan organisasi, maupun pada tingkat organisme .
A. Objek biologi berdasarkan tingkat organisasi :
  1. Molekul
  2. Sel
  3. Jaringan
  4. Organ
  5. Sistem Organ
  6. Individu
  7. Populasi
  8. Komunitas
  9. Ekosistem
  10. Bioma
  11. Biosfer
1. Molekul
Molekul adalah sekelompok atom (paling sedikit dua) yang berikatan dengan sangat kuat (kovalen) dalam susunan tertentu dan bermuatan netral.
Struktur dan fungsi molekul menyusun komponen2 pembentuk sel.

Contoh: molekul protein, fosfolipid, kolesterol, karbohidrat, air dan ion-ion lain merupakan komponen penyusun membran sel.


2. Sel
Sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil dari kehidupan. Secara anatomis sel dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1. Selaput Plasma (Membran Plasma atau Plasmalemma).
2. Sitoplasma dan Organel Sel.
3. Inti Sel (Nukleus).

a, Selaput Plasma (Plasmalemma)
Yaitu selaput atau membran sel yang terletak paling luar yang tersusun dari senyawa kimia Lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau Lipid dan senyawa Protein).
Lipoprotein ini tersusun atas 3 lapisan:
Protein - Lipid - Protein Þ Trilaminer Layer


Lemak bersifat Hidrofebik (tidak larut dalam air) sedangkan protein bersifat Hidrofilik (larut dalam air); oleh karena itu selaput plasma bersifat Selektif Permeabel atau Semi Permeabel (teori dari Overton). Selektif permeabel berarti hanya dapat memasukkan /di lewati molekul tertentu saja.

Fungsi dari selaput plasma ini adalah menyelenggarakan Transportasizat dari sel yang satu ke sel yang lain.
Khusus pada sel tumbahan, selain mempunyai selaput plasma masih ada satu struktur lagi yang letaknya di luar selaput plasma yang disebut Dinding Sel.

Dinding sel tersusun dari dua lapis senyawa Selulosa, di antara kedua lapisan selulosa tadi terdapat rongga yang dinamakan Lamel Tengah(Middle Lamel) yang dapat terisi oleh zat-zat penguat seperti Lignin, Chitine, Pektin, Suberine dan lain-lain Selain itu pada dinding sel tumbuhan kadang-kadang terdapat celah yang disebut Noktah. Pada Noktah/Pit sering terdapat penjuluran Sitoplasma yang disebut Plasmodesma yang fungsinya hampir sama dengan fungsi saraf pada hewan.

b, Sitoplasma dan Organel Sel\
Bagian yang cair dalam sel dinamakan Sitoplasma khusus untuk cairan yang berada dalam inti sel dinamakan Nukleoplasma, sedang bagian yang padat dan memiliki fungsi tertentu digunakan Organel Sel. Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%), berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kirnia sel.
Organel sel adalah benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup(menjalankan fungsi-fungsi kehidupan)

3. Jaringan
Jaringan yaitu Kumpulan dari beberapa sel yang mempunyai bentuk, susunan dan fungsi yang sama.

Contoh: Pada tumbuhan : jaringan parenkhim, epidermis, pengangkut xilem floem, jaringan tiang, Pada hewan : jaringan otot, jaringan epidermis, jaringan tulang, jaringan syaraf, Jaringan tumbuhan

4. Organ
Organ adalah kumpulan dari beberapa jaringan yang berbeda dan menjalankan fungsi yang sama.
Contoh: Pada tumbuhan : akar, batang, daun, bunga, buah, biji. Pada hewan : hati, paru-paru, telinga, mata dll
5. Sistem organ
Sistem organ adalah beberapa organ yang memiliki satu fungsi/kerja tertentu Contoh: sistem peredaran darah, sistem pernafasan, sistem pencernaan dll.
6. Individu
Individu merupakan organisme tunggal yang tersusun oleh kumpulan sistem organ

7. Populasi

Populasi adalah kumpulan individu atau species yang sejenis yang menempati suatu habitat (tempat hidup) dan dalam waktu tertentu. Contoh: populasi rusa

8. Komunitas

Komunitas adalah berbagai jenis (species) makhluk hidup yang saling berinteraksi dan menempati lingkungan dalam waktu yang sama. Contoh: komunitas kolam, komunitas sawah

9. Ekosistem

Ekosistem adalah intraksi antara makhluk hidup yang berada di suatu wilayah tertentu (komunitas) dengan lingkungan abiotiknya.
Ekosistem dibentuk oleh beberapa macam populasi yang berinteraksi dengan lingkungan tempat mereka hidup, atau interaksi (hubungan timbal balik) antara komponen biotik (MH) dengan komponen Abiotik (lingkungan).

10. Bioma

Bioma merupakan satuan daerah daratan yang luas yang dibentuk oleh ekosistem dalam skala besar yang terjadi karena adanya interaksi iklim dengan keaneragaman makhluk hidup yang khas (yang dominan). Contoh : Bioma tundra, bioma taiga, bioma hutan hujan tropis

Tundra adalah daerah dengan suhu lingkungan rendah dan tanpa pohon. Pada area ini, mayoritas hatumbun yang hidup biasanya berupa lumut, rerumputan,.Tundra biasanya hidup di daerah dingin.

Taiga adalah hutan yang terdiri atas satu spesies seperti konifer, pinus, dan sejenisnya(tumbuhan evergreen). Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali, sedangkan hewannya antara lain moose, beruang hitam, beruang, rubah, serigala, ajax, dan burung-burung yang bermigrasi pada musim gugur. Taiga banyak ditemukan di belahan bumi utara, contohnya di Rusia dan Kanada.

Bioma Taiga merupakan bioma terluas dari bioma-boma lain yang ada di bumi.
1. Bioma Hutan Tropis

- Terletak di 23,50 LU – 23,50 LS
- Curah hujan mencapai 2.000 hingga 2.550 mm per tahun
- Jenis pohon-pohonnya Heterogen
- Dasar Hutan sangat gelap
- Tingkat kelembapan tinggi
- Pohon – pohon utamanya mencapai 20 – 40 m
- Cabangnya berdaun lebat dan rapat, sehingga membentuk tudung, yang disebut canopy
- Terdapat iklim mikro
- Temperaturnya kurang lebih 250C
- Liana dan Epifit adalah jenis tumbuhan yang khas di Bioma Hutan Tropis

Yang termasuk dalam Bioma Hutan Hujan Tropis :


a) Hutan Lumut
* Terdapat di lereng pegunungan
* Suhunya rendah
* Hujan sepanjang hari
* Banyak batang pohon yang ditutupi oleh lumut
b) Hutan Mangrove (Bakau)
• Banyak ditemukan di pantai yang landai di daerah subtropis dan tropis
• Kadar garam air dan tanah tinggi
• Kadar Oksigen dalam air dan tanahnya rendah
• Saat air pasang, lingkungan banjir, saat air surut, lingkungannya becek dan berlumpur

2. Bioma Hutan Gugur

o Curah hujan tidak merata sepanjang tahun antara 750 – 1000 mm tiap tahunnya
o Memiliki empat musim, yaitu, musim panas, gugur, dingin, dan semi
o Tumbuhannya tidak sebanyak di hutan tropis
o Temperatur 22 C – 17 C
o Tumbuhannya berdaun lebar
o Banyak terdapat di iklim sedang

3. Bioma Padang Rumput

- Tersebar di daerah tropis sampai sedang
- Di musim panas, suhunya 19 C – 30 C
- Di musim dingin, suhunya 12 C – 20 C
- Curah hujan tidak teratur, 200 – 1000 mm per tahunnya
- Porositas tanahnya rendah


a) Savana


Padang rumput tropis yang ditumbuhi pohon – pohon kecil jenis xerofit yang tersebar berjauhan
Disebut savana murni, bila pohon-pohon yang menyusunnya hanya terdiri atas satu jenis tumbuhan saja.
Disebut savana campuran, bila pohon-pohon penyusunnya terdiri dari campuran berjenis-jenis pohon.

b) Stepa

Padang rumput beriklim sedang
Terbentang dari daerah subtropis ke tropis, sehingga curah hujannya tidak cukup untuk perkembangan hutan
Jarang adanya pepohonan
Curah hujan tidak teratur dari 250 – 500 mm per tahun
Porositas tanah rendah
Tanaman khasnya yaitu akasia

4. Bioma Hutan Taiga

- Pepohonan didominasi oleh pepohonan berdaun jarum
- Banyak terdapat di daerah subtropics dan daerah kutub utara
- Suhu di daerah berkisar -12 C sampai – 10 C
- Curah hujan 400 – 750 mm setiap tahunnya
- Musim dingin berlangsung panjang dan musim panas berlangsung pendek

5. Bioma Gurun

-Curah hujan tidak melebihi 250mm tiap tahunnya
-Hujan lebat sangat jarang dan tidak teratur
-Tingkat evaporasi tinggi
-Kelembaban rendah
-Suhu pada siang hari 45 C
-Suhu pada malam hari 0 C
-Tanah tandus dan kering
-Tumbuhan berdaun kecil, bahkan ada yang tidak berdaun

6.Bioma Hutan Tundra

-Tumbuhan berupa semak
- Didominasi oleh lumu kerak, lumut daun
-Vegetasinya mirip dengan vegetasi gurun
-Tumbuhan semusim biasanya berwarna mencolok dan masa pertumbuhannya pendek, 30 – 120 hari per tahun
-Mendapat sedikit energi radiasi matahari, musim dingin sangat panjang dapat berlangsung selama 9 bulan dengan suasana gelap

11. Biosfer

Biosfer adalah bumi tempat tinggal makhluk hidup, merupakan tingkatan organisasi kehidupan yang paling tinggi.
Biosfer merupakan sistem kehidupan yang paling besar karena terdiriatas gabungan ekosistem yang ada di planet bumi.Secara etimologi kata biofer terdiri atas dua kata yaitu bio yang berarti hidup dan sphere
Biosfer meliputi lapisan:
  • Litosfer (darat)
  • Hidrosfer (air)
  • Atmosfer (udara)
B. Objek biologi berdasarkan tingkat organisme :

  1. Virus
  2. Monera
  3. Protista
  4. Fungi
  5. Plantae
  6. Animalia

Selasa, 07 Februari 2012

Rotasi, Revolusi Bumi dan Bulan


A. Gerak Bumi
Bumi melakukan dua gerakan sekaligus, yaitu rotasi dan revolusiBumi melakukan dua gerakan sekaligus, yaitu rotasi dan

Rotasi bumi
.
Bumi berbentuk bulat dan berputar pada porosnya (rotasi). Arah perputaran bumi dari barat ke timur. Namun, perputaran itu tidak dapat kita rasakan. Rotasi bumi memerlukan waktu 24 jam. Kecepatan rotasi bumi tetap. Akibatnya, pergantian siang dan malam berlangsung secara teratur.


a. Gerak semu harian matahari
jika dipehatikan matahari tampak bergerak. pada pagi hari, matahari ditimur. pada sore hari, matahari dibarat. jika dilihat dari bumi, seolah-olah matahari mengelilingi bumi. sebenarnya, matahari tidak bergerak dari arah timur kebarat. bumilah yang berputar pada porosnya. gerakan seperti itu disebut gerak semu harian.
b. pembagian waktu berdasarkan garis bujur
    Dalam  sekali putaran, bumi menempuh sudut 360°. akibatnya di seluruh permukaan bumi dapat dibuat 360 garis khayal. garis itu membujur dari utara ke selatan. garis yang membujur itu disebut garis bujur. berdasarkan garis bujur inilah waktu dibumi ditetapkan. garis bujur yang melalui kota greenwich, dekat london, ditetapkan sebagai garis bujur 0°. pada garis inilah waktu pangkal ditetapkan. waktu pangkal adalah acuan (titik tolak) untuk menetapkan waktu ditempat lain. waktu pangkal itu dikenal dengan GMT (greenwich mean time).
    Bumi menempuh 360° dalam waktu 24 jam atau 1 hari. jadi, setiap 1 jam bumi berputar sejauh 15° . garis bujur yang jaraknya 15° atau kelipatan 15° dari GMT disebut bujur standar. waktu pada bujur standar disebut waktu lokal atau waktu standar. contoh, indonesia terletak antara 95° BT dan 141° BT. dengan demikian, wiliyah indonesia yang membentang sejauh 46° bujur (141° BT-95° BT) mempunyai 3 bujur standar, yaitu 105° BT, 120° BT, dan 135° BT. ketiga bujur standar itu selanjutnya disebut waktu indonesia bagian barat (WIB), waktu indonesia bagian tengah (WITA), waktu indonesia bagian timur (WIT).

Revolusi bumi
Bumi melakukan revolusi, yaitu bergerak mengelilingi matahari. Waktu yang diperlukan adalah 365,25 hari atau 1 tahun. Bumu mengelilingi matahari dalam orbt yang berbentuk elips.selama bergerak, sumbu bumi selalu miring. Kemiringan itu membentuk sudut 66,5 terhadap ekliptika. Ekliptika adalah bidang edar (orbit)bumi mengelilingi matahari. Revolusi bumi tidak dapat kita rasakan. Namun, akibat revolusi bumi dapat dirasakan. Akibat pergeseran itu terjadi perubahan musim. Perubahan musim dapat dijelaskan sebagaiberikut.
a. Tanggal 21 maret sampai 21 juni
Titik terbit matahariberangsur-angsur menjahui garis katulistiwa ke arah utara. Waktu siang di belah bumi utara lebih panjang (lama) dari pada waktu malam.pada saat itu, melahan bumi utara mengalami musim gugur.
b. Tanggal 21 juni sampai 23 september
Titik terbit matahariberangsur-angsur menjahui garis katulistiwa ke arah utara. Matahari masih berada di sebelah utara garis katulistiwa sehingga waktu siang di belahan bumi utar lebih lama daripada waktu malamnya. Pada saat itu, di
belahan bumi utara mengalami musim panas dan belahan bumi selatan mengalami musim dingin.
c. Tanggal 23 September sampai 22 Desember
Titik terbit matahari berangsur-angsur menjauhi garis katulistiwa ke arah selatan. Waktu siang di belahan bumi selatan lebih lama dari pada di belahan bumi utara. Pada saat itu, di belahan bumi selatan mengalami musim semi dan belahan bumi utara mengalami musim gugur.
d. Tanggal 22 Desember sampai 21 Maret
Titik terbit matahari mendekati garis katulistiwa dari arah selatan. Waktu siang di belahan bumi selatan lebih lama daripada waktu malamnya. Dan pada saat itu, belahan bumi selatan terjadi musim panas dan belahan bumi utara mengalami musim dingin.
Musim-musim panas, dingin, gugur, dan semi terjadi di daerah belahan bumi yang dekat dengan kutub-kutub bumi. Sedangkan di daerah tropis terjadi musim hujan dan kemarau.

B. Gerak Bulan
Bulan merupakan satelit satu-satunya yang dimiliki bumi. Adanya gravitasi bumi mengakibatkan bulan selalu berada pada orbit yang tetap. Dan bulan selalu mengelilingi bumi seperti bumi mengelilingi matahari. Dalam peredaranya, bulan melakukan tiga gerakan sekaligus. Yang pertama bulan berotasi (berputar pada sumbunya), kedua bulan berevolusi mengelilingi bumi, dan yang ketiga bulan bersama bumi mengelilingi matahari.
Rotasi Bulan
Priode revolusi bulan dari bulan baru kebulan baru berikutnya sama dengan periode rotasinya. Periode iniberlangsung 1 bulan (29,5 hari) itu lah sebabnya muka bulan yang menghadap kebumi selalu sama. Maksudnya sisi bulan yang selalu penuh kelihatan selalu sama, dan sisi sebaliknya tida pernah terlihat dari bumi.
Revolusi Bulan
Bumikita berotasi sehingga revolusi bulan dibedakan menjadi dua, yaitu periode sideris dan periode sinodis. Periode sideris adalah waktu yang diperlukan bulan untuk mengelilingi bumi (360°). Besar periode sideris adalah 27,3 hari.
Bulan yang berputar 360° itu belum tampak seperti semulah, jadi jika bulang ingin tampak seperti semula harus berputar lebih 360°. Periode sinodis adalah waktu yang dibutuhkan bulan untuk tampak seperti semula. Besar periodenya adalah 29,5 hari. Periode sinodis ini yang ditetapkan sebagai satu bulan dalam tahun kamariah.

Sabtu, 04 Februari 2012

Pelestarian Lingkungan


Ekosistem terbentuk dari makhluk hidup dan lingkungannya. Ekosistem dapat berjalan seimbang jika tidak ada gangguan. Sebaliknya, adanya gangguan mengakibatkan ekosistem tidak seimbang. Contohnya adalah kepunahan suatu jenis makhluk hidup. Kepunahan dapat terjadi karena perubahan lingkungan yang drastis. Kepunahan tersebut dapat mengurangi keanekaragaman makhluk hidup. Berkurangnya keanekaragaman mengakibatkan keseimbangan ekosistem terganggu. Indonesia memiliki keanekaragaman makhluk hidup yang tinggi. Keanekaragaman akan berkurang jika pemanfaatannya tidak bijaksana. Oleh karena itu, pelestarian keanekaragaman makhluk hidup perlu dilakukan.

Pelestarian tersebut bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat. Keanekaragaman makhluk hidup dapat memperkaya ilmu pengetahuan. Jenis hewan dan tumbuhan yang dipelajari semakin banyak. Dengan demikian, ilmu pengetahuan menjadi semakin luas. Masyarakat pun dapat belajar secara langsung dari alam. Keanekaragaman jenis makhluk hidup juga menambah kekayaan bangsa.
Pelestarian makhluk hidup sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Masyarakat dapat mengambil berbagai manfaat dari hewan dan tumbuhan. Pemanfaatan yang bisa dilakukan antara lain sebagai berikut.
1. Mengambil tumbuhan dan hewan untuk memenuhi kebutuhan. Misalnya, untuk bahan bangunan, makanan, obat, atau perhiasan. Hewan juga dapat dimanfaatkan tenaganya.
2. Menciptakan lingkungan yang nyaman dengan tumbuhnya berbagai pohon. Pohon dapat mengurangi pencemaran udara. Selain itu, pohon juga menyediakan oksigen yang menyegarkan.
3. Memanfaatkan hewan dan tumbuhan untuk membuat taman rekreasi. Masyarakat dapat menghibur diri dengan tamasya ke taman rekreasi.
4. Menambah penghasilan dengan cara berjualan di sekitar tempat rekreasi. Barang yang dijual dapat bermacam-macam. Contohnya, makanan, minuman, dan hasil kerajinan.
Lalu, bagaimanakah cara melestarikan makhluk hidup? Makhluk hidup dapat dilestarikan dengan beberapa cara berikut.
1. Menebang hutan secara terencana.
Pohon yang ditebang adalah pohon yang sudah tua. Penebangan pohon diiringi dengan reboisasi. Reboisasi adalah penanaman kembali hutan yang telah ditebang pohonnya. Penebangan dengan cara ini dinamakan sistem tebang pilih.
2. Melindungi dan mengembangkan hewan dan tumbuhan.
Perlindungan terutama dilakukan terhadap hewan dan tumbuhan langka. Contohnya, hewan dilindungi di suaka margasatwa dan kebun binatang. Tumbuhan dilindungi di hutan wisata, kebun raya, dan hutan lindung. Selain itu, hewan dan tumbuhan dapat dilindungi di taman nasional dan cagar alam. Khusus hewan dan tumbuhan laut, tempat perlindungannya berupa taman laut.
3. Membantu perkembangbiakan hewan dan tumbuhan.
Perkembangbiakan tumbuhan dilakukan dengan cara pembudidayaan. Adapun pada hewan, perkembangbiakan hewan dilakukan dengan penangkaran. Contohnya adalah penangkaran penyu.

Macam - macam Virus dalam Biologi


Keragaman virus
A. Berdasarkan jenis sel inang yang diinfeksi
  1. Virus menginfeksi sel inang yang berbeda-beda sehingga virus trebagi menjadi empat kelompok.
  2. Virus hewan, Contohnya: virus rabies, virus new castle desease (NCD), serta virus mulut dan kuku
  3. Virus tumbuhan, conthnya: tobacco mosaic virus (TMV), virus tungro, dan virus daun cengkeh.
  4. Virus manusia, contohnya: virus herpes, virus hepatitis, dan virus influenza.
  5. Virus bakteri, contohnya: bakteriofag.
B. Berdasarkan jenis mater genetiknya
  1. Setiap virus mengandung asam nukleat tertentu, sehingga dibagi menjadi dua kelompok.
  2. Virus ADN , contohnya: bakteriofag, adeno-virus, virus harpes.
  3. Virus ARN, contohnya: human immunodeficiency virus (HIV), virus reo, virus rabies, virus polio, virus influenza.
C. Berdasarkan jenis materi genetik dan reproduksinya
Klasifikasi dengan pendekatan ini dinamakan klasifikasi baltinmorekarena pertamakali diperkenalkan oleh baltinmore. Klasifikasi ini didasari oleh jenis asam nukleat dan reproduksnya yang berbeda.
kelas
Asam nukleat
Reproduksi
contoh
I
DNAug
replikasi
Adenoviru, virus harpes
II
DNAut (+)
replikasi
Virus M 13, MVM
III
RNAug
replikasi
reovirus
IV
RNAut(+)
replikasi
Virus polio, virus penyakit kuku dan mulut ternak
V
RNAut(-)
replikasi
Virus rabies
VI
RNAut(+)
Transkripsi balik
Virus tetelo, virus leukimia, Virus AIDS
Keterangan:
DNAug = Dna utas ganda RNAut(+)= RNA utas tunggal positif
DNAut(+)= DNA utas tuggal positif RNAut(-)= RNA utas tunggal negatif


baca tentang virus, daur hidup virus

Bimbingan Konseling Pola 17 Plus


SEJARAH BIMBINGAN DAN KONSELING DAN LAHIRNYA BK 17 PLUS
Pendahuluan
Sejarah lahirnya Bimbingan dan Konseling di Indonesia diawali dari dimasukkannya Bimbingan dan Konseling (dulunya Bimbingan dan Penyuluhan) pada setting sekolah. Pemikiran ini diawali sejak tahun 1960. Hal ini merupakan salah satu hasil Konferensi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (disingkat FKIP, yang kemudian menjadi IKIP) di Malang tanggal 20 – 24 Agustus 1960.

Perkembangan berikutnya tahun 1964 IKIP Bandung dan IKIP Malang mendirikan jurusan Bimbingan dan Penyuluhan. Tahun 1971 beridiri Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) pada delapan IKIP yaitu IKIP Padang, IKIP Jakarta, IKIP Bandung, IKIP Yogyakarta, IKIP Semarang, IKIP Surabaya, IKIP Malang, dan IKIP Menado. Melalui proyek ini Bimbingan dan Penyuluhan dikembangkan, juga berhasil disusun “Pola Dasar Rencana dan Pengembangan Bimbingan dan Penyuluhan “pada PPSP. Lahirnya Kurikulum 1975 untuk Sekolah Menengah Atas didalamnya memuat Pedoman Bimbingan dan Penyuluhan.
Tahun 1978 diselenggarakan program PGSLP dan PGSLA Bimbingan dan Penyuluhan di IKIP (setingkat D2 atau D3) untuk mengisi jabatan Guru Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah yang sampai saat itu belum ada jatah pengangkatan guru BP dari tamatan S1 Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan. Pengangkatan Guru Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah mulai diadakan sejak adanya PGSLP dan PGSLA Bimbingan dan Penyuluhan. Keberadaan Bimbingan dan Penyuluhan secara legal formal diakui tahun 1989 dengan lahirnya SK Menpan No 026/Menp an/1989 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Guru dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Di dalam Kepmen tersebut ditetapkan secara resmi adanya kegiatan pelayanan bimbingan dan penyuluhan di sekolah. Akan tetapi pelaksanaan di sekolah masih belum jelas seperti pemikiran awal untuk mendukung misi sekolah dan membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan mereka.Sampai tahun 1993 pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah tidak jelas, parahnya lagi pengguna terutama orang tua murid berpandangan kurang bersahabat dengan BP. Muncul anggapan bahwa anak yang ke BP identik dengan anak yang bermasalah, kalau orang tua murid diundang ke sekolah oleh guru BP dibenak orang tua terpikir bahwa anaknya di sekolah mesti bermasalah atau ada masalah. Hingga lahirnya SK Menpan No. 83/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya yang di dalamnya termuat aturan tentang Bimbingan dan Konseling di sekolah. Ketentuan pokok dalam SK Menpan itu dijabarkan lebih lanjut melalui SK Mendikbud No 025/1995 sebagai petunjuk pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Di Dalam SK Mendikbud ini istilah Bimbingan dan Penyuluhan diganti menjadi Bimbingan dan Konseling di sekolah dan dilaksanakan oleh Guru Pembimbing. Di sinilah pola pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di sekolah mulai jelas.
Pra Lahirnya Pola 17
Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah diselenggarakan dengan pola yang tidak jelas, ketidak jelasan pola yang harus diterapkan berdampak pada buruknya citra bimbingan dan konseling, sehingga melahirkan miskonsepsi terhadap pelaksanaan BK, munculnya persepsi negatif terhadap pelaksanaan BK, berbagai kritikan muncul sebagai wujud kekecewaan atas kinerja Guru Pembimbing sehingga terjadi kesalahpahaman, persepsi negatif dan miskonsepsi berlarut. Masalah menggejala diantaranya: konselor sekolah dianggap polisi sekolah, BK dianggap semata-mata sebagai pemberian nasehat, BK dibatasi pada menangani masalah yang insidental, BK dibatasi untuk klien-klien tertentu saja, BK melayani ”orang sakit” dan atau ”kurang normal”, BK bekerja sendiri, konselor sekolah harus aktif sementara pihak lain pasif, adanya anggapan bahwa pekerjaan BK dapat dilakukan oleh siapa saja, pelayanan BK berpusat pada keluhan pertama saja, menganggap hasil pekerjaan BK harus segera dilihat, menyamaratakan cara pemecahan masalah bagi semua klien, memusatkan usaha BK pada penggunaan instrumentasi BK (tes, inventori, kuesioner dan lain-lain) dan BK dibatasi untuk menangani masalah-masalah yang ringan saja.
Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah diselenggarakan dengan pola yang tidak jelas, ketidak jelasan pola yang harus diterapkan disebabkan diantaranya oleh hal-hal sebagai berikut :
1. Belum adanya hukum
Sejak Konferensi di Malang tahun 1960 sampai dengan munculnya Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan di IKIP Bandung dan IKIP Malang tahun 1964, fokus pemikiran adalah mendesain pendidikan untuk mencetak tenaga-tenaga BP di sekolah. Tahun 1975 Konvensi Nasional Bimbingan I di Malang berhasil menelurkan keputusan penting diantaranya terbentuknya Organisasi bimbingan dengan nama Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI). Melalui IPBI inilah kelak yang akan berjuang untuk memperolah Payung hukum pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah menjadi jelas arah kegiatannya.
2. Semangat luar biasa untuk melaksanakan
BP di sekolahLahirnya SK Menpan No. 026/Menpan/1989 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Guru dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Merupakan angin segar pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah. Semangat yang luar biasa untuk melaksanakan ini karena di sana dikatakan “Tugas guru adalah mengajar dan/atau membimbing.” Penafsiran pelaksanaan ini di sekolah dan didukung tenaga atau guru pembimbing yang berasal dari lulusan Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan atau Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (sejak tahun 1984/1985) masih kurang, menjadikan pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah tidak jelas. Lebih-lebih lagi dilaksanakan oleh guru-guru yang ditugasi sekolah berasal dari guru yang senior atau mau pensiun, guru yang kekurangan jam mata pelajaran untuk memenuhi tuntutan angka kreditnya. Pengakuan legal dengan SK Menpan tersebut menjadi jauh arahnya terutama untuk pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah.
3. Belum ada aturan main yang jelas
Apa, mengapa, untuk apa, bagaimana, kepada siapa, oleh siapa, kapan dan di mana pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan dilaksanakan juga belum jelas. Oleh siapa bimbingan dan penyuluhan dilaksanakan, di sekolah banyak terjadi diberikan kepada guru-guru senior, guru-guru yang mau pensiun, guru mata pelajaran yang kurang jam mengajarnya untuk memenuhi tuntutan angka kreditnya. Guru-guru ini jelas sebagian besar tidak menguasai dan memang tidak dipersiapkan untuk menjadi Guru Pembimbing. Kesan yang tertangkap di masyarakat terutama orang tua murid Bimbingan Penyuluhan tugasnya menyelesaikan anak yang bermasalah. Sehingga ketika orang tua dipanggil ke sekolah apalagi yang memanggil Guru Pembimbing, orang tua menjadi malu, dan dari rumah sudah berpikir ada apa dengan anaknya, bermasalah atau mempunyai masalah apakah. Dari segi pengawasan, juga belum jelas arah dan pelaksanaan pengawasannya. Selain itu dengan pola yang tidak jelas tersebut mengakibatkan:
  • Guru BP (sekarang Konselor Sekolah) belum mampu mengoptimalisasikan tugas dan fungsinya dalam memberikan pelayanan terhadap siswa yang menjadi tanggungjawabnya. Yang terjadi malah guru pembimbing ditugasi mengajarkan salah satu mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Kesenian, dsb.nya.
  • Guru Pembimbing merangkap pustakawan, pengumpul dan pengolah nilai siswa dalam kelas-kelas tertentu serta berfungsi sebagai guru piket dan guru pengganti bagi guru mata pelajaran yang berhalangan hadir.
  • Guru Pembimbing ditugasi sebagai “polisi sekolah” yang mengurusi dan menghakimi para siswa yang tidak mematuhi peraturan sekolah seperti terlambat masuk, tidak memakai pakaian seragam atau baju yang dikeluarkan dari celana atau rok.
  • Kepala Sekolah tidak mampu melakukan pengawasan, karena tidak memahami program pelayanan serta belum mampu memfasilitasi kegiatan layanan bimbingan di sekolahnya,
  • Terjadi persepsi dan pandangan yang keliru dari personil sekolah terhadap tugas dan fungsi guru pembimbing, sehingga tidak terjalin kerja sama sebagaimana yang diharapkan dalam organisasi bimbingan dan konseling.Kondisi-kondisi seperti di atas, nyaris terjadi pada setiap sekolah di Indonesia.
Lahirnya Pola 17
SK Mendikbud No. 025/1995 sebagai petunjuk pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya terdapat hal-hal yang substansial, khususnya yang menyangkut bimbingan dan konseling adalah : (1). Istilah “bimbingan dan penyuluhan” secara resmi diganti menjadi “bimbingan dan konseling.” (2). Pelaksana bimbingan dan konseling di sekolah adalah guru pembimbing, yaitu guru yang secara khusus ditugasi untuk itu. Dengan demikian bimbingan dan konseling tidak dilaksanakan oleh semua guru atau sembarang guru. (3). Guru yang diangkat atau ditugasi untuk melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling adalah mereka yang berkemampuan melaksanakan kegiatan tersebut; minimum mengikuti penataran bimbingan dan konseling selama 180 jam. (4). Kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan dengan pola yang jelas : a. Pengertian, tujuan, fungsi, prinsip dan asas-asasnya. b. Bidang bimbingan : bimbingan pribadi, sosial, belajar dan karir c. Jenis layanan : layanan orientasi, informasi, penempatan/penyaluran, pembelajaran, konseling perorangan, bimbingan kelompok dan konseling kelompok.d. Kegiatan pendukung : instrumentasi, himpunan data, konferensi kasus, kunjungan rumah dan alih tangan kasus. Unsur-unsur di atas (nomor 4) membentuk apa yang kemudian disebut “BK Pola-17” (5). Setiap kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan melalui tahap: a. Perencanaan kegiatanb. Pelaksanaan kegiatanc. Penilaian hasil kegiatand. Analisis hasil penilaiane. Tindak lanjut6. Kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan di dalam dan di luar jam kerja sekolah.
Hal-hal yang substansial di atas diharapkan dapat mengubah kondisi tidak jelas yang sudah lama berlangsung sebelumnya. Langkah konkrit diupayakan seperti : (1). Pengangkatan guru pembimbing yang berlatar belakang pendidikan bimbingan dan konseling. (2). Penataran guru-guru pembimbing tingkat nasional, regional dan lokal mulai dilaksanakan. (3). Penyususnan pedoman kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah, seperti : a. Buku teks bimbingan dan konselingb. Buku panduan pelaksanaan menyeluruh bimbingan dan konseling di sekolahc. Panduan penyusunan program bimbingan dan konselingd. Panduan penilaian hasil layanan bimbingan dan konselinge. Panduan pengelolaan bimbingan dan konseling di sekolah. (4) Pengembangan instrumen bimbingan dan konseling (5).Penyusunan pedoman Musyawarah Guru Pembimbing (MGP) Dengan SK Mendikbud No 025/1995 khususnya yang menyangkut bimbingan dan konseling sekarang menjadi jelas : istilah yang digunakan bimbingan dan konseling, pelaksananya guru pembimbing atau guru yang sudah mengikuti penataran bimbingan dan konseling selama 180 jam, kegiatannya dengan BK Pola-17, pelaksanaan kegiatan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, penilaian, analisis penilaian dan tindak lanjut. Pelaksanaan kegiatan bisa di dalam dan luar jam kerja. Peningkatan profesionalisme guru pembimbing melalui Musyawarah Guru Pembimbing, dan guru pembimbing juga bisa mendapatkan buku teks dan buku panduan.
PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Pelayanan bantuan untuk peserta didik baik individu/kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal dalam hubungan pribadi, sosial, belajar, karir; melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung atas dasar norma-norma yang berlaku.
TUJUAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Membantu memandirikan peserta didik dan mengembangkan potensi-potensi mereka secara optimal.
FUNGSI BIMBINGAN KONSELING
  1. Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya.
  2. Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya.
  3. Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya.
  4. Pemeliharaan dan pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuh-kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya.
  5. Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian.
PRINSIP-PRINSIP BIMBINGAN DAN KONSELING
  • Prinsip yang berkenaan dengan sasaran layanan; (1) non diskriminasi, (2) individu dinamis dan unik (3) tahap & aspek perkembangan individu, (4) perbedaan individual.
  • Prinsip berkenaan dengan permasalahan individu; (1) kondisi mental individu terhadap lingkungan sosialnya, (2) kesenjangan sosial, ekonomi, dan budaya.
  • Prinsip berkenaan dengan program layanan; (1) bagian integral pendidikan, (2) fleksibel & adaptif (3) berkelanjutan (4) penilaian teratur & terarah
  • Prinsip berkenaan dengan tujuan dan pelaksanaan pelayanan; (1) pengembangan individu agar mandiri (2) keputusan sukarela (3) ditangani oleh profesional & kompeten, (4) kerjasama antar pihak terkait, (5) pemanfaatan maksimal dari hasil penilaian/pengukuran
ASAS BIMBINGAN DAN KONSELING
  1. Asas Kerahasiaan
  2. Asas Kesukarelaan
  3. Asas Keterbukaan
  4. Asas Kegiatan
  5. Asas Kekinian
  6. Asas Kedinamisan
  7. Asas Keterpaduan
  8. Asas Kenormatifan
  9. Asas Keahlian
  10. Asas Kemandirian
  11. Asas Alih Tangan Kasus
  12. Asas Tutwuri Handayani
PARADIGMA BIMBINGAN DAN KONSELING
BK merupakan pelayanan psiko-paedagogis dalam bingkai budayaIndonesia dan religius.
Arah BK mengembangkan kompetensi siswa untuk mampu memenuhi tugas-tugas perkembangannya secara optimal.
Membantu siswa agar mampu mengatasi berbagai permasalahan yang mengganggu dan menghambat perkembangannya.
VISI BIMBINGAN DAN KONSELING
Terwujudnya perkembangan diri dan kemandirian secara optimal dengan hakekat kemanusiaannya sebagai hamba Tuhan YME, sebagai makhluk individu, dan makhluk sosial dalam berhubungan dengan manusia dan alam semesta.
MISI BIMBINGAN DAN KONSELING
Menunjang perkembangan diri dan kemandirian siswa untuk dapat menjalani kehidupannya sehari-hari sebagai siswa secara efektif, kreatif, dan dinamis serta memiliki kecakapan hidup untuk masa depan karir dalam:
  1. Beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME;
  2. Pemahaman perkembangan diri dan lingkungan;
  3. Pengarahan diri ke arah dimensi spiritual;
  4. Pengambilan keputusan berdasarkan IQ, EQ, dan SQ; dan
  5. Pengaktualisasian diri secara optimal.
TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN SISWA SMA
  1. Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME;
  2. Mencapai kematangan dalam hubungan antar teman sebaya, serta peranannya sebagai pria atau wanita;
  3. Mencapai kematangan pertumbuhan Jasmani Sehat;
  4. Mengembangkan penguasaan ilmu, teknologi dan seni sesuai dengan program kurikulum dan persiapan karir atau melanjutkan pendidikan tinggi, serta berperan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas;
  5. Mencapai kematangan dalam pilihan karir;
  6. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri baik secara emosional, sosial, intelektual, dan ekonomi;
  7. Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara;
  8. Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual, serta apresiasi seni;
  9. Mencapai kematangan dalam etika sistem dan nilai.
LAYANAN ORIENTASI
Layanan BK yang memungkinkan peserta didik memahami lingkungan yang baru dimasuki, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu
LAYANAN INFORMASI
Layanan BK yang memungkinkan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi yang dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan untuk kepentingan peserta didik.
LAYANAN PEMBELAJARAN
Layanan BK yang memungkinkan peserta didik mengembangkan diri berkenaan dengan sikap dan kebiasaan yang baik, materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya, serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya.
LAYANAN PENEMPATAN DAN PENYALURAN
Layanan BK yang memungkinkan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat (di dalam kelas, kelompok belajar, program studi, program latihan, magang, ko/ekstra kurikuler, dll) sesuai dengan potensi, bakat dan minat, serta kondisi pribadinya.
LAYANAN KONSELING PERORANGAN
Layanan BK yang memungkinkan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) dengan guru pembimbing dalam rangka pembahasan dan pengentasan masalah pribadi yang dideritanya.
LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK
Layanan BK yang memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh berbagai bahan dari nara sumber tertentu dan/atau membahas secara bersama-sama pokok bahasan (topik) tertentu yang berguna untuk menunjang pemahaman dan kehidupannya mereka sehari-hari dan/atau untuk pengembangan diri baik sebagai individu maupun sebagai siswa, dan untuk pengembilan keputusan dan/atau tindakan tertentu.
LAYANAN KONSELING KELOMPOK
Layanan BK yang memungkinkan peserta didik memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan masalah yang dialaminya melalui dinamika kelompok; masalah yang dibahas itu adalah masalah-masalah pribadi yang dialami oleh masing-masing anggota kelompok.
KEGIATAN PENDUKUNG BIMBINGAN DAN KONSELING
  • Aplikasi instrumentasi bk (tes/ non-tes)
  • Himpunan data (pribadi siswa, prestasi, observasi, absensi, catatan kejadian)
  • Konferensi kasus
  • Kunjungan rumah
  • Alih tangan kasus
APLIKASI INSTRUMENTASI
Kegiatan pendukung BK untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang diri dan lingkungan peserta didik. Pengumpulan data ini dapat dilakukan dengan berbagai instrumen, baik tes maupun non tes.
HIMPUNAN DATA
Kegiatan pendukung BK untuk menghimpun seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan pengembangan peserta didik. Himpunan data perlu diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematik, komprehensif, terpadu, dan sifatnya tertutup.
KONFERENSI KASUS
Kegiatan pendukung BK untuk membahas permasalahan yang dialami oleh peserta dalam suatu forum pertemuan yang dihadiri oleh berbagai fihak yang diharapkan dapat memberikan bahan, keterangan, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan tersebut. Pertemuan dalam rangka konferensi kasus bersifat terbatas dan tertutup.
KUNJUNGAN RUMAH
Kegiatan pendukung BK untuk memperoleh data, keterangan, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik melalui kunjungan ke rumahnya. Kegiatan ini memerlukan kerjasama yang penuh dari orang tua dan anggota keluarga lainnya.
ALIH TANGAN KASUS
Kegiatan pendukung BK untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas masalah yang dialami peserta didik dengan memindahkan penanganan kasus dari satu pihak ke pihak lainnya. Kegiatan ini memerlukan kerjasama yang erat dan mantap antara berbagai pihak yang dapat memberikan bantuan atas penanganan masalah tersebut
KETENAGAAN DALAM PENGELOLAAN PROGRAM BK
Guru BK:
Konselor, adalah guru yang berlatar-belakang pendidikan BK yang melakukan: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi/ penilaian, analisis, dan tindak lanjut program dan kegiatan layanan BK.

Guru Pembimbing, adalah Konselor dan Guru yang ditugaskan dalam penyelenggaraan bimbingan.

Guru Mata Pelajaran, adalah mitra kerja Guru BK dalam pelaksanaan program BK.
Wali Kelas, adalah mitra kerja dalam pelayanan BK. Kepala Sekolah, adalah penanggung jawab menyeluruh kegiatan sekolah, termasuk kegiatan BK.
PENYUSUNAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING
Didasarkan kebutuhan nyata siswa lengkap dan menyeluruh (memuat segenap fungsi bk) sistematis (disusun menurut urutan logis, singkron, dan tidak tumpang tindih). Terbuka dan luwes (mudah menerima masukan tanpa harus merombah program secara menyeluruh) memungkinkan kerjasama dengan pihak terkait ldimungkinkan penilaian dan tindak lanjut.
PERMASALAHAN
Penyusunan Program BK, tidak didasarkan pada kebutuhan nyata siswa. Pelaksanaan Program BK
  1. Tidak adanya jam masuk kelas
  2. Kurangnya sarana dan prasarana
  3. Masih adanya tugas-tugas yang mestinya bukan tanggung jawab guru BK.
  4. Belum adanya kepercayaan terhadap guru BK
  5. Penilaian BK, masih bervariasinya sistem penilaian dalam BK.

Sabtu, 28 Januari 2012

Virus dalam Biologi

Virus adalah organisme aseluler (bukan sel), oleh karena itu mereka tidak memiliki organel-organel untuk melangsungkan metabolisme atau reproduksi sendiri. Organisme ini membutuhkan inang agar tetap hidup. Akibatnya timbul penyakit pada organisme inangnya.
Nama kingdom Monera berasal dari kata moneres yang artinya tunggal. Namun tidak semua anggota monera bersel tunggal, beberapa diantaranya tersusun oleh banyak sel. Ciri khas monera adalah disusun oleh sel prokariotik.


Sejarah Penemuan Virus
Berawal dari A.Meyer tahun 1883 menyelidiki penyakit yang mengakibatkan daun tembakau berbintik kuning. Pada waktu itu Ia berkesimpulan bahwa penyebabnya adalah organisme yang lebih kecil dari bakteri.
Pada tahun 1893, Dimitri Ivanowsky dengan menyelidiki hal yang sama dengan cara menyaring getah dari tumbuhan tembakau yang terkena penyakit menggunakan saringan bakteri. Hipotesis dari Dimitri adalah jikalau organisme tersebut adalah bakteri, maka tidak akan bisa melewati saringan bakteri. Dimitriberkesimpulan bahwa organisme tersebut adalah bakteri patogen yang berukuran lebih kecil dari ukuran bakteri biasa dan menghasilkan racun seandainya bakteri tersaring, racunya akan lolos.
Pada tahun 1897 M.Bajerinck melakukan penyelidikan
lebih lanjut mengenai tumbuhan tembakau. Ia berkesimpulan bahwa organisme penyebab penyakit itu adalah organisme yang lebih kecil dari bakteri dah hanya dapat berkembangbiak didalam tubuh makhluk hidup.
Wendley Stanley pada tahun 1935 berhasil mengkristalkan organisme patogen pada daun tembakau yang kemudian hari diberi nama TMV (tobacco mosaic virus).
Ciri dan Sifat Virus
Ciri dan sifat virus sebagai berikut
  1. Ukuran 0,02-0,3 µm dan yang paling bersar 200 nm
  2. Struktur tubuh terdiri dari ADN, ARN dan Kapsid
  3. Bentuk tubuh bervariasi umumnya bersegi banyak, bentuk tubuh ditentukan kapsid
  4. Dapat berada diluar dan di dalam sel, dika berada di luar sel hanya seperti senyawa biasa
  5. Hanya dapat berkembangbiak di dalam tubuh makhluk hidup
  6. Biasanya stabil pada PH 5,0 sampai 9,0
  7. Aktivitas virus dapat dihilangkan dengan sinar ultra ungu dan sinar X, tetapi zat antibiotik dan zat antikuman lain tidak berpengaruh
Struktur virus
Kapsid merupakan struktur yang tersusun atas unit-unit proteinkapsid tersebut berpengaruh untuk melindungi asam nukleat, menentukan macam sel yang akan dilekati oleh verion, dan membantu menyisipkan verion. Kedalam sel inang. Beberapa virus memiliki kapsid yang selaputi oleh lopoprotein. Misalnya virus influen

za, virus herpes, dan virus cacar. Selaput lipoprotein berguna untuk menghasilkan materi genetik virus. Bagian inti virion terdiri atas satu jenis material genetik. Materi genetik tersebut dapat berupa DNA (deoxyribonucleic acid, ADN: asam dioksiribonukleat) atau RNA (ribonucleic acid, ARN: asam ribonukleat)